Untuk beberapa orang yang masih menanyakan tentang
bagaimana cerita manusia masih bisa terwujud dalam ucapan kasih sayang.
“Harpa
Malaikat”
Malaikat
mulai bersenandung tentang keabadian
Pertanyaan yang tak pernah selesai
beradu
Tentang bagaimana para makhluk anas
bisa bernafas
Bagaimana mereka bisa
menyenandungkan detak jantung
Yang menjadi pertanyaan para
makhluk tak awam itu
Mereka dikejutkan dengan ciptaan
makhluk anas berhati itu
Sang Agung hanya mendengar
senandung mereka
Tak ada jawaban lain yang Dia
leburkan
Hanya setonggak kata “Lihatlah...”
yang ia isi
Para makhluk cahaya ini hanya bisa
menyimpan
Menyimpan teka-teki yang tak pernah
bisa tertebak
Karena tak ingin membuat para
makhluk cahaya ini lebih terkantuk
Terkantuk dengan teka-teki ini
Diapun mengatakan “Akhirnya...”
Malaikat mulai tertegun dengan itu
semua
“Lihatlah Akhirnya...”
Tak ada
pertanyaan yang akan lidah ucapkan lagi
Karena
mereka tahu
Sang
Agung hanya akan menjawabnya
Ketika
harpa-harpa malaikat berhenti dipetikkan
Ketika makhluk
anas itu mulai binasa
Ditangan
para harpa yang tak tahu kapan akan berhenti bersenandung
Apakah
dikala semesta mulai tergelar
Atau
dikala semesta mulai tergulung
Senandung
itupun mulai terdengar
Dengan banyak tetesan bening yang
jatuh diatas tikar semesta
Dengan banyak kerusuhan para anas
Dengan banyak hantaman hati yang
melilitkan
Dengan banyak, dengan banyak
Dan dengan banyak lagi suara harpa
yang mengalun
Malaikat yang memainkan hanya
tertegun
Inikah ?
Jadi ini
yang dimaksud dengan teka-teki itu ?
Semesta
yang baru, semesta yang penuh alunan
Meramaikan
isinya ?
Sang
Agung menyunggingkan bibir indahnya
Melihat
ciptaan barunya
Dengan
banyak hati disana
Malaikat
mulai sibuk dengan harpanya
Mereka takut mereka akan berhenti
memainkan harpa ini
Tak hanya mereka
Anaspun takut akan itu
Mereka ingin hati-hati ini selalu
berbunga
Berbunga dalam keabadian
Namun mereka tak bisa menahan
ketika harpa-harpa itu berhenti
Dan Agung mengucapkan
“Akhirnya...”
*Untuk Para Harpa Yang Dimainkan*
Jangan berhenti bergulat dengan waktu
Karena waktu tak akan pernah berhenti bergulat denganmu
Biarkan semua mengalir dalam dirimu
Biarkan rasa yang membawamu terbang
Jangan biarkan tembok debu menghampirimu dalam bayu
Sebuah lembaran kisah tentang para harpa
Yang akan mengulas bagaimana hidupmu
Tetaplah buka lembaran-lembaran itu dengan sunggingan bibir indahmu
Jangan pernah berhenti lakukan
Sampai lembaran itu telah habis
Sampai lembaran terakhir
Kau seharusnya menyimpulkan kisah itu
Dalam melodi kisah raga
Tak ingin banyak aku mengingatkan
Karena hanya selayaknya akan mengucapkan
Kata yang tidak terlalu repot dan membingungkan
:) "ALWAYS READ" (:


Tidak ada komentar:
Posting Komentar